BISNIS KEHUTANAN
Paper Mata Kuliah Bisnis Kehutanan Medan, Maret 2021
POTENSI DAN PRAKTEK BISNIS
GONDORUKEM DALAM PEMANFAATAN SUMBERDAYA DI SEKTOR KEHUTANAN DAN LINGKUNGAN
Dosen Penanggung Jawab :
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.
Oleh :
Henni Agustaria Br Surbakti
181201002
MNH
6
DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
MEDAN
2021
KATA PENGANTAR
Puji
syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah memberikan karunia-Nya sehingga penulis
dapat menyelesaikan paper ini dengan baik. Paper ini berjudul “Potensi dan Praktek Bisnis Gondorukem Dalam Pemanfaatan Sumberdaya
di Sektor Kehutanan dan Lingkungan”
sesuai dengan judul pembelajaran yang telah dilaksanakan. Paper ini disusun untuk memenuhi komponen penilaian dalam
Mata Kuliah
Bisnis Kehutanan.
Dalam
menulis paper ini penulis juga ingin mengucapkan terima kasih
kepada
Dr. Agus Purwoko, S. Hut., M.Si. sebagai
dosen penanggung jawab yang telah membantu dan membimbing penulis dalam
pelaksanaan kegiatan perkuliahan bisnis kehutanan
hingga selesainya paper ini. Manfaat dari penulisan paper ini adalah sebagai penambah wawasan bagi semua
masyarakat terkhususnya bagi pembaca.
Penulis
menyadari masih banyaknya kekurangan dan kelemahan pada tulisan ini akibat
terbatasnya kemampuan penulis. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis
sangat mengharapkan adanya kritik ataupun saran yang membangun guna
penyempurnaan tugas-tugas selanjutnya dan penulis juga ingin menyampaikan rasa
terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung penulisan paper ini.
Medan, Maret 2021
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
KATA
PENGANTAR..................................................................................... i
DAFTAR
ISI..................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang....................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................. 2
1.3 Tujuan....................................................................................................
2
BAB II ISI
2.1 Pengertian Gondorukem........................................................................ 3
2.2 Manfaat Gondorukem............................................................................ 4
2.3 Potensi Bisnis Gondorukem Dalam Pemanfaatan
Sumberdaya Di Sektor Kehutanan Dan Lingkungan
4
2.4 Pemasaran Gondorukem........................................................................ 6
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan ........................................................................................... 8
3.2 Saran ..................................................................................................... 8
DAFTAR
PUSTAKA
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perhutani merupakan salah satu BUMN bidang kehutanan yang
mengelola sumber daya hutan kayu dan bukan kayu. Dalam menunjang pengelolaan
bisnis Perhutani terutama hasil hutan kayu dan bukan kayu maka pada tanggal 26
September 2006 dibentuk Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM). KBM bertanggungjawab
atas penyelenggaraan pengelolaan usaha bisnis perusahaan secara mandiri untuk
meningkatkan pendapatan perusahaan. Pengelolaan yang dilakukan, meliputi bisnis
kayu, bukan kayu, dan wisata. KBM industri bertanggungjawab untuk meningkatkan
dan mengoptimalkan aset perusahaan secara berkelanjutan demi keberlangsungan
usaha untuk meningkatkan nilai tambah hasil hutan bukan kayu. Produk bukan kayu
memberikan kontribusi kurang lebih 35% dari total keseluruhan pendapatan (Listriana
et al., 2013).
Hutan merupakan salah satu sumber kekayaan alam yang
dapat diperbaharui dan mempunyai fungsi yaitu fungsi produksi, fungsi lindung
dan fungsi konservasi. Hutan juga memberikan manfaat besar bagi Indonesia, baik
manfaat ekologi, sosial budaya maupun ekonomi. Sector kehutanan juga mampu
memberikan devisa Negara bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Pada sector
kehutanan menghasilkan kayu, produk kayu, produk bukan kayu atau dikenal dengan
Hasil Hutan Bukan Kayu ( HHBK ) dan produk jasa lingkungan lainnya. Produk HHBK
berupa rotan, minyak kayu putih, gondorukem atau rosin, terpentin dan kopal.
Sedangkan produk kayu berupa kayu bulat, kayu gergajian, kayu lapis (plywood) dan produk kayu olahan lainnya.
Gondorukem dikelola oleh BUMN yaitu Perum Perhutani yang berada dalam pembinaan
teknis Departemen Kehutanan (Lestari et
al., 2015).
Salah satu bentuk
pemanfaatan HHBK yang memiliki potensi sangat baik berasal dari tanaman pinus.
Tanaman pinus ini memiliki peranan yang penting, sebab selain sebagai tanaman
pioner, bagian kulit pinus dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan abunya
digunakan untuk bahan campuran pupuk, karena mengandung kalium. Selain itu
ekstrak daun pinus mempunyai potensi sebagai bioherbisida untuk mengontrol
pertumbuhan gulma pada tanaman. Keistimewaan lain dari pohon pinus yaitu mampu
menghasilkan getah. Getah yang dihasilkan oleh pinus setelah proses destilasi
yaitu gondorukem yang dipergunakan dalam industri batik, plastik, sabun, tinta
cetak, bahan plitur, dan sebagainya. Berdasarkan profil singkat HHBK di
Indonesia untuk komoditas getah pinus memiliki potensi sumber daya. Potensi
tersebut tersebar di kawasan hutan Negara seluas ± 500.000 ha dan ± 50.000 ha
hutan pinus rakyat. Komoditas pada getah pohon pinus mampu menghasilkan nilai
ekonomi yang tinggi (Mukhlisa, 2020).
Getah tumbuhan (resin)
merupakan bahan yang mempunyai susunan yang kompleks, dihasilkan oleh kelenjar
tertentu yang membentuk saluran getah (resinducts)
yang dikelilingi oleh sekelompok sel-sel parenkim (parenkhym cells). Prinsip keluarnya getah dari luka dapat
dijelaskan sebagai berikut. Saluran getah pada semua sisi dikelilingi oleh
saluran parenkim, diantara saluran dan selsel parenkim terdapat keseimbangan
osmotik. Jika dibuat luka pada batang pinus akan menyebabkan saluran getah
terbuka, sehingga tekanan dinding berkurang akibatnya getah keluar. Getah yang
dihasilkan pohon pinus digolongkan sebagai oleoresin yang merupakan cairan
asam-asam resin dalam terpentin yang menetes keluar apabila saluran resin pada
kayu atau kulit pohon tersayat atau pecah. Getah pinus yang segar dan bersih
umumnya mengandung 60% gondorukem, 17% terpentin dan 23% air (Lempang, 2018).
1.2 Rumusan Masalah
1.
Apa itu gondorukem?
2.
Bagaimana manfaat gondorukem?
3. Bagaimana
potensi bisnis gondorukem dalam pemanfaatan sumberdaya di sektor kehutanan dan
lingkungan?
4.
Bagaimana pemasaran gondorukem?
1.3 Tujuan
1.
Untuk mengetahui apa itu gondorukem.
2.
Untuk mengetahui manfaat gondorukem.
3. Untuk mengetahui potensi bisnis gondorukem dalam pemanfaatan sumberdaya di sektor kehutanan
dan lingkungan.
4.
Untuk mengetahui pemasaran gondorukem.
BAB II
ISI
2.1 Pengertian Gondorukem
Gondorukem (colophony) adalah padatan hasil penyulingan
getah pohon pinus (Pinus merkusii).
Nama lain gondorukem antara lain gum rosin, pine resin, resin, siongka, kucing
dan sebagainya. Daerah penghasilnya tersebar luas di daerah pegunungan di
Indonesia terutama di Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Bali. Gondorukem atau gum
rosin juga disebut colophony atau
pitch Yunani (Pix græca), merupakan
resin padat yang secara alami terdapat dalam getah pohon pinus. Gondorukem
dihasilkan dari penyulingan getah pinus
berbentuk padat dan berwarna kuning sampai kecokelatan.
Getah pinus terdapat pada
saluran resin atau celah-celah antar sel. Saluran itu sering disebut saluran
interseluler. Saluran ini terbentuk baik kearah memanjang batang di antara sel
trakeida maupun ke arah melintang dalam jaringan jari-jari kayu. Saluran yang
ke arah memanjang batang (vertikal) biasanya lebih besar dibandingkan dengan
saluran ke arah radial dan seringkali kedua macam saluran itu saling
berhubungan dan membentuk jaringan transportasi getah/resin dalam pohon. Saluran
resin secara konsisten terdapat pada genus Pinus. Saluran resin longitudinal
yang normal selalu disertai saluran horisontal yang terjadi di dalam sejumlah
jari-jari. Saluran resin adalah suatu ruang antar sel yang dikelilingi
saluran-saluran parenkim khusus yang mengeluarkan resin ke saluran tersebut. Produksi
getah pinus sangat dipengaruhi oleh ketinggian tempat tumbuh dan umur pohon.
Dimana batas ketinggian lokasi tempat tumbuh pohon pinus mempengaruhi produksi
getahnya.
Berdasarkan sumber dan
cara memperolehnya gondorukem dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu gondorukem
getah yang merupakan hasil destilasi getah yang diperoleh dari penyadapan pohon
pinus, gondorukem kayu yang diperoleh dari ekstraksi tunggul pohon pinus tua,
dan gondorukem tall oil yang
merupakan hasil sampingan pabrik pulp kraft dengan bahan baku kayu pinus. Gondorukem
diperdagangkan dalam bentuk keping padat berwarna kuning keemasan. Sebagian
besar kandungannya adalah asam-asam diterpena, terutama abietat, isopimarat,
laevoabietat, dan pimarat.
2.2 Manfaat Gondorukem
Gondorukem digunakan untuk
campuran bahan batik tulis dan cetak, selain dapat dimasak untuk campuran
bahan–bahan sabun, cat dan vernis, kertas, fungisida, laquers, plastizers.
Khusus untuk pabrik kertas, gondorukem diolah lagi menjadi rosin soap. Penggunaannya
antara lain sebagai bahan pelunak plester serta campuran perban gigi, sebagai
campuran perona mata (eyeshadow) dan
penguat bulu mata, sebagai bahan perekat warna pada industri percetakan (tinta)
dan cat (lak). Penggunaan gondorukem dalam bentuk non modifikasi maupun
modifikasi. Gondorukem non modifikasi sebagai bahan pengisi pembuatan kertas,
pabrik tinta cetak, perekat dan insulator listrik. Sedangkan gondorukem
modifikasi digunakan dalam industri karet tiruan, perekat tinta cetak, cat
pelitur, pelapis pada permukaan kayu, permen karet, dan minuman ringan.
Manfaat gondorukem di
bidang industri adalah pada industri batik seperti bahan penyampur lilin batik
sehingga diperoleh malam. Kebutuhan kira-kira 2,500 ton/tahun. Pada industri
kertas seperti bahan pengisi dalam pembuatan kertas. Kebutuhan kira-kira 0.5 %
dari produksi kertas atau 2,000 ton/tahun. Pada industri sabun sebagai campuran
kira-kira 5-10% dari berat sabun. Pembuatan vernis, tinta, bahan isolasi
listrik, lem, industri kulit dan lain-lain. Di luar negeri, gondorukem dan
derivatnya digunakan untuk membuat resin sintetis, plastik, lem, aspal, bahan
plistur, lak sintetis, industri sepatu, galangan kapal, dan sebagainya.
2.3 Potensi
Bisnis Gondorukem dalam Pemanfaatan Sumberdaya di Sektor Kehutanan dan
Lingkungan
Gondorukem Indonesia mempunyai
kelebihan dari segi kualitas, namun hanya mampu memberikan kontribusi 8 persen
terhadap total produksi dunia. Kelebihan kualitas gondorukem Indonesia berupa
keasaman yang rendah dan kemampuan menahan suhu tinggi, tingkat kelengketan dan
aroma yang khas. Nilai perolehan bahan baku Indonesia adalah yang paling murah
dibanding RRC dan Brazil, namun biaya produksi gondorukem Indonesia jauh lebih
tinggi dibanding RRC dan Brazil, akibat banyaknya kehilangan bahan baku dan
proses produksi yang tidak efisien.
Satu diantara industri tersebut
adalah penghasil getah pinus yang dihasikan dari hutan-hutan pinus (Pinus merkussii) yang ditanam pada
kegiatan rehabilitasi hutan krtitis selama ini. Beberapa hasil hutan non kayu
penting yang pengelolaanya sudah berkembang dan mendapat perhatian dari
pemerintah antara lain adalah getah pinus (gondorukem), bambu, arang, kemiri,
getah jelutung, gambir, sutera alam, lebah madu, gaharu, dan rotan.Salah satu
dari dari hasil hutan bukan kayu yang bernilai komersial dan potensial yang
dimaksudkan dikembangkan saat ini adalah getah pinus (gondorukem). Getah pinus
dapat diolah untuk menghasilkan berbagai produk yang dapat meningkatkan nilai
tambah (added value) dan mempunyai
pangsa pasar yang cukup strategis.
Tanaman pinus ini memiliki peranan
yang penting, sebab selain sebagai tanaman pioner, bagian kulit pinus dapat
dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan abunya digunakan untuk bahan campuran
pupuk, karena mengandung kalium, ekstrak daun pinus mempunyai potensi sebagai
bioherbisida untuk mengontrol pertumbuhan gulma pada tanaman. Selain itu,
keistimewaan dari pohon pinus yaitu menghasilkan getah yang diolah lebih lanjut
akan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Semakin pesatnya perkembangan
menimbulkan semakin meningkatnya kebutuhan manusia, maka prospek gondorukem dan
terpentin untuk industri sangat cerah, sehingga peranan hutan pinus sebagai penyuplai
industri gondorukem dan terpenting harus tetap lestari. Namun produksi
gondorukem untuk keperluan industri di Indonesia masih kurang, maka untuk
memenuhi kebutuhan tersebut perlu diadakan peningkatan produksi getah pinus.
Seiring dengan meningkatnya
permintaan dunia terhadap komoditi getah pinus di masa yang akan datang, maka
upaya untuk meningkatkan produksi getah melalui perluasan lahan tanaman pinus
merupakan langkah yang efektif untuk dilaksanakan sebagai upaya pemanfaatan
hutan dan menambah pendapatan masyarakat disekitar hutan sekaligus menambah
devisa bagi negara. Meningkatkan produksi getah melalui tanaman pinus dapat
meningkatkan kualitas hutan karena selain menjaga lingkungan dapat dinikmati
pula hasil hutan berupa getah dan
kayunya.
Getah pinus merupakan
salah satu hasil hutan nonkayu yang berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia
sebagai penghasil devisa negara nonmigas. Getah pinus dapat diolah menjadi
gondorukem dan terpentin. Salah satu produk hasil hutan nonkayu yang mempunyai
prospek cerah di masa mendatang untuk dikembangkan di Indonesia adalah
gondorukem dan terpentin. Gondorukem merupakan hasil destilasi dari getah
(oleo-resin) yang disadap dari pohon pinus (Pinus
merkusii). Umumnya, produk gondorukem digunakan pada industri batik,
sedangkan terpentin digunakan sebagai pelarut cat. Peluang mengembangkan
industri gondorukem cukup besar, mengingat potensi hutan pinus yang belum
dimanfaatkan secara optimal, serta adanya peluang pasar yang terbuka lebar,
baik keperluan domestik maupun ekspor.
2.4 Pemasaran Gondorukem
Saat ini aliran pemasaran
menjangkau pasar lokal, nasional, bahkan internasional. Gondorukem yang dijual
di pasaran Internasional mempunyai dua jenis yang dibedakan berdasarkan
asalnya, yaitu gondorukem yang berasal dari destilasi getah pinus (gum rosin)
dan yang berasal dari hasil samping pembuatan kertas (tall oil rosin). Namun demikian industri-industri yang memerlukan
gondorukem kualitas tinggi lebih menyukai yang berasal dari getah pinus
sekalipun tall oil rosin harganya lebih murah. Aliran pemasaran ini dilakukan
oleh perusahaan pengumpul.
Aliran pemasaran
berdasarkan perusahaan yang mendapat izin pengumpulan getah pinus terbagi
menjadi 3 jenis pasar yaitu pasar lokal yang dimaksud adalah proses pemasaran
yang terjadi dalam cakupan wilayah tersebut. Pasar nasional merupakan proses
pengiriman getah pinus dalam wilayah Indonesia. Potensi penyadapan getah pinus
di Indonesia sangat besar, hal ini dikarenakan hampir disetiap provinsi
memiliki usaha penyadapan getah pinus. Pasar international merupakan hasil
pemungutan getah pinus Indonesia telah menembus 10% total produksi dunia dan
diekspor ke berbagai negara diantaranya Jepang, Eropa, America, Korea Selatan
dan India.
Perdagangan internasional
(ekspor dan impor) ada beberapa faktor yang harus mendapatkan perhatian. Salah
satunya adalah harga dari barang yang akan diperdagangkan karena harga akan
menentukan besar kecilnya jumlah barang yang akan diperdagangkan. Tanda positif
koefisien harga ekspor gondorukem sebesar 0,142 menunjukkan bahwa peningkatan
harga ekspor 1 US Dollar maka akan meningkatkan jumlah produksi gondorukem
sebesar 0,142 ton, hal ini berarti Perum Perhutani akan lebih banyak produksi
gondorukem apabila harga ekspor gondorukem meningkat. Perum Perhutani tetap
akan mengekspor gondorukem walaupun harga gondorukem di pasar internasional
turun.
Kualitas dan kuantitas
menjadi faktor penting dalam meningkatkan dan mengoptimalkan potensi yang ada.
Gondorukem dan terpentin telah diekspor
keluar negeri, seperti Cina,
Jepang, Belanda, Jerman, Perancis, Korea, India, dan Amerika Serikat. Harga
gondorukem dan terpentin berfluktuasi antara US$ 1.000–2.000 setiap ton.
Penetapan standar mutu sangat penting dalam persaingan terutama untuk pasar luar
negeri. Perhutani merupakan satu-satunya penghasil gondorukem dan terpentin di
Indonesia. Perhutani memenuhi kebutuhan dunia kurang dari 10%, sedangkan Cina
mengekspor sekitar 50%. Perhutani sebagai follower
tidak dapat menentukan harga. Hal ini dikarenakan Cina merupakan
pengekspor terbesar gondorukem dunia dan mampu memengaruhi harga. KBM Industri
Unit III berperan sekitar 15% dari jumlah seluruh produksi gondorukem Perhutani.
Getah pinus sebagai salah
satu jenis HHBK sudah masuk dalam sistem perdagangan internasional. Produksi
getah pinus Perum Perhutani dalam perdagangan getah pinus Indonesia di pasar nternasional
menempati urutan ketiga setelah China. Sebagai produsen derivat gondorukem dan
terpentin urutan ketiga, Perum Perhutani mampu menembus 10% total produksi
dunia setelah China (70%) dan Brasil (11%). Produksi getah pinus Indonesia
berkisar 900.000 ton/tahun. Di pasar getah internasional, getah pinus Indonesia mencapai 50.000 -
60.000 ton/tahun, sedangkan China mampu menembus 800.000 ton/tahun. Perum
Perhutani melaporkan negara tujuan ekspor produk getah pinus Indonesia pada
tahun 2010 antara lain Eropa, India, Korea Selatan, Jepang dan Amerika. Harga
derivat gondorukem pada tahun 2014 antara $US 2.000 - $US 4.000/ton dan bahkan
ada yang mencapai $US 15.000/ton. Tingginya harga gondorukem dan terpentin di
pasar internasional, beberapa tahun belakangan ini Perum Perhutani melakukan
penyadapan getah pinus secara intensif.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1.
Gondorukem (colophony)
adalah padatan hasil penyulingan getah pohon pinus (Pinus merkusii).
2. Gondorukem digunakan untuk campuran bahan batik tulis dan
cetak, selain dapat dimasak untuk campuran bahan–bahan sabun, cat dan vernis,
kertas, fungisida, laquers, plastizers.
3. Getah pinus merupakan salah satu hasil hutan nonkayu yang
berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia sebagai penghasil devisa negara
nonmigas.
4.
Aliran pemasaran gondorukem menjangkau pasar lokal,
nasional, bahkan internasional.
3.2 Saran
Gondorukem adalah padatan
hasil penyulingan getah pohon pinus yang memiliki cukup banyak manfaat dan
potensi bagi kehidupan manusia. Oleh sebab itu, pohon pinus patut dilestarikan
ekosistemnya, dijaga dan dilindungi.
DAFTAR PUSTAKA
Kharismawati
D. 2016. Strategi Implementasi Produksi Bersih untuk Meningkatkan Kinerja
Industri Gondorukem (Studi Kasus Nagreg Jawa Barat). Jurnal Aplikasi Manajemen
(JAM). 14( 4): 705-713.
Kuspradini
H, Rosamah E, Edi S, Enos TA, dan Irawan WK. 2016. Pengenalan Jenis Getah :
Gum-Lateks-Resin. Samarinda: Mulawarman University Press.
Lempang M.
2018. Pemungutan Getah Pinus Dengan Tiga Sistem Penyadapan. Info Teknis EBONI. 15(1): 1 – 16.
Lestari
DS, Siti NB, dan Isnaeni N. 2015. Analisis Pengaruh Harga
Domestik, Jumlah Produksi, Harga Eksor, Penjualan Domestik, Nilai Tukar Rupiah
Terhadap Jumlah Ekspor Gondorukem Di Kbm Gt 1 Perum Perhutani Gtd & Mkp
Jateng (Mranggen). Admisi dan Bisnis.16(2):
87-94.
Listriana
RW, Meika SR, dan Wati H. 2013. Pengembangan Strategic Business Unit Perhutani Unit Iii Jawa Barat Dan Banten. Jurnal Manajemen & Agribisnis.
10(3): 146-155.
Mukhlisa AN.
2020. Potensi Dan Aliran Pemasaran Getah Pinus Di Kabupaten Bone Sulawesi
Selatan. Journal Of Forestry Research.
3(2): 90-98.
Nurmaydha A,
Susinggih W, dan Panji D. 2017. Analisis Produktivitas Pada Bagian Produksi
Gondorukem Dan Terpentin Menggunakan Metode Objective Matrix (Omax) (Studi
Kasus di PGT Sukun Ponorogo Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Non Kayu (KBM-INK)
Perum Perhutani Unit II Jawa Timur). Agroindustrial
Technology Journal. 01(01): 42-54.
Pandiangan
A, Benteng HS, dan Pamona S. 2019. Produktivitas Penyadapan Getah Pinus di Desa
Parhottingan Aek Nauli KPH III Kabupaten Simalungun. Jurnal Akar. 8(1).
Suwaji S,
Arifuddin L, dan Dafina H. 2017. Analisis Pendapatan Petani Penyadap Getah
Pinus di Desa Tangkulowi Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. e-J. Agrotekbis. 5 (1) : 127 – 133.
Makasih infonya min, keren!
BalasHapusInfo sangat jelas, mantap
BalasHapusInfonya sangat bagus, terimakasih kakak
BalasHapusthanks infonya
BalasHapusSangat bermamfaat
BalasHapusInformasi nya sangat membantu terimakasih kak
BalasHapusSaya jadi tau ternyat gerah pinus dapat diolah
BalasHapusSaya jadi tau ternyata getah pinus dapat diolah
BalasHapusInfonya sangat bagus
BalasHapusBanyak manfaat dan potensi yang bisa di olah dari Gondorukem ini. Makasih min atas info nya 👍
BalasHapusTerimakasi infonya🙏🏻
BalasHapusTernyata getah pinus sebermanffat itu. Thanks ingonya sis
BalasHapusHarapannya pemanfaatan gondorekum ini dapat diolah lebih baik lagi tanpa merusak hutan
BalasHapusSangat bermanfaat 🥰
BalasHapusSungguh info yang bermanfaat
BalasHapusKeren banget. Makasih infonya
BalasHapusInfonya sangat bermanfaat dan dapat di jadikan sebagai motivasi 😇
BalasHapusTerimakasih atas info yang bermanfaat
BalasHapusMantul
BalasHapusInformasinya Sangat bermanfaat , bagus
BalasHapusTerimakasih atas infonya, bermanfaat
BalasHapusTernyata getah pinus bisa mencapai pasaran internasional. Terimasih infonya heni👌
BalasHapusTerimakasih infonya, sangat bermanfaat☺️
BalasHapusTerimakasih infonya kak
BalasHapusSangat bermanfaat. Terima kasih infonya.
BalasHapusTerima kasih kak papernya sangat menarik dan bermanfaat
BalasHapusWahh terimakasih infonya saat bermanfaat👍👍
BalasHapusTernyata banyak manfaat dari getah pinus ini, makasih infonya kakk
BalasHapusInformasinya sangat bermanfaat
BalasHapusMantap
BalasHapusTerimakasih banyak infonya.Sangat bermanfaat..
BalasHapusTerima kasih sudah berbagi ilmu kakk. Sukses selaluuu.
BalasHapusbagus sekali, setelah baca ini aku langsung berbisnis
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusTerima kasih telah berbagi ilmu , info yang disampaikan sangat bermanfaat
BalasHapus