BISNIS KEHUTANAN

Paper Mata Kuliah Bisnis Kehutanan                                                                        Medan, Maret 2021

POTENSI DAN PRAKTEK BISNIS GONDORUKEM DALAM PEMANFAATAN SUMBERDAYA DI SEKTOR KEHUTANAN DAN LINGKUNGAN

 

Dosen Penanggung Jawab :

Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.

Oleh :

Henni Agustaria Br Surbakti

181201002

MNH 6

 

 


 

 

  

 

DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2021

KATA PENGANTAR



Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah memberikan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan paper ini dengan baik. Paper ini berjudul “Potensi dan Praktek Bisnis Gondorukem Dalam Pemanfaatan Sumberdaya di Sektor Kehutanan dan Lingkungan” sesuai dengan judul pembelajaran yang telah dilaksanakan. Paper ini disusun untuk memenuhi komponen penilaian dalam Mata Kuliah Bisnis Kehutanan.

Dalam menulis paper ini penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Dr. Agus Purwoko, S. Hut., M.Si. sebagai dosen penanggung jawab yang telah membantu dan membimbing penulis dalam pelaksanaan kegiatan perkuliahan bisnis kehutanan hingga selesainya paper ini. Manfaat dari penulisan paper ini adalah sebagai penambah wawasan bagi semua masyarakat terkhususnya bagi pembaca.

Penulis menyadari masih banyaknya kekurangan dan kelemahan pada tulisan ini akibat terbatasnya kemampuan penulis. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis sangat mengharapkan adanya kritik ataupun saran yang membangun guna penyempurnaan tugas-tugas selanjutnya dan penulis juga ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung penulisan paper ini.

 

                                         

Medan,  Maret 2021

 

 

                                       Penulis

 

 

DAFTAR ISI

                                                                                                                            Halaman

KATA PENGANTAR.....................................................................................     i

DAFTAR ISI.....................................................................................................    ii

BAB I PENDAHULUAN

       1.1 Latar Belakang.......................................................................................      1

       1.2 Rumusan Masalah..................................................................................      2

1.3 Tujuan....................................................................................................     2

BAB II ISI

       2.1 Pengertian Gondorukem........................................................................      3

       2.2 Manfaat Gondorukem............................................................................      4

2.3 Potensi Bisnis Gondorukem Dalam Pemanfaatan Sumberdaya Di Sektor Kehutanan Dan Lingkungan         4

2.4 Pemasaran Gondorukem........................................................................      6

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan ...........................................................................................      8

3.2 Saran .....................................................................................................      8

DAFTAR PUSTAKA                                                                                             

 


BAB I


PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

            Perhutani merupakan salah satu BUMN bidang kehutanan yang mengelola sumber daya hutan kayu dan bukan kayu. Dalam menunjang pengelolaan bisnis Perhutani terutama hasil hutan kayu dan bukan kayu maka pada tanggal 26 September 2006 dibentuk Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM). KBM bertanggungjawab atas penyelenggaraan pengelolaan usaha bisnis perusahaan secara mandiri untuk meningkatkan pendapatan perusahaan. Pengelolaan yang dilakukan, meliputi bisnis kayu, bukan kayu, dan wisata. KBM industri bertanggungjawab untuk meningkatkan dan mengoptimalkan aset perusahaan secara berkelanjutan demi keberlangsungan usaha untuk meningkatkan nilai tambah hasil hutan bukan kayu. Produk bukan kayu memberikan kontribusi kurang lebih 35% dari total keseluruhan pendapatan (Listriana et al., 2013).

            Hutan merupakan salah satu sumber kekayaan alam yang dapat diperbaharui dan mempunyai fungsi yaitu fungsi produksi, fungsi lindung dan fungsi konservasi. Hutan juga memberikan manfaat besar bagi Indonesia, baik manfaat ekologi, sosial budaya maupun ekonomi. Sector kehutanan juga mampu memberikan devisa Negara bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Pada sector kehutanan menghasilkan kayu, produk kayu, produk bukan kayu atau dikenal dengan Hasil Hutan Bukan Kayu ( HHBK ) dan produk jasa lingkungan lainnya. Produk HHBK berupa rotan, minyak kayu putih, gondorukem atau rosin, terpentin dan kopal. Sedangkan produk kayu berupa kayu bulat, kayu gergajian, kayu lapis (plywood) dan produk kayu olahan lainnya. Gondorukem dikelola oleh BUMN yaitu Perum Perhutani yang berada dalam pembinaan teknis Departemen Kehutanan (Lestari et al., 2015).

            Salah satu bentuk pemanfaatan HHBK yang memiliki potensi sangat baik berasal dari tanaman pinus. Tanaman pinus ini memiliki peranan yang penting, sebab selain sebagai tanaman pioner, bagian kulit pinus dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan abunya digunakan untuk bahan campuran pupuk, karena mengandung kalium. Selain itu ekstrak daun pinus mempunyai potensi sebagai bioherbisida untuk mengontrol pertumbuhan gulma pada tanaman. Keistimewaan lain dari pohon pinus yaitu mampu menghasilkan getah. Getah yang dihasilkan oleh pinus setelah proses destilasi yaitu gondorukem yang dipergunakan dalam industri batik, plastik, sabun, tinta cetak, bahan plitur, dan sebagainya. Berdasarkan profil singkat HHBK di Indonesia untuk komoditas getah pinus memiliki potensi sumber daya. Potensi tersebut tersebar di kawasan hutan Negara seluas ± 500.000 ha dan ± 50.000 ha hutan pinus rakyat. Komoditas pada getah pohon pinus mampu menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi (Mukhlisa, 2020).

            Getah tumbuhan (resin) merupakan bahan yang mempunyai susunan yang kompleks, dihasilkan oleh kelenjar tertentu yang membentuk saluran getah (resinducts) yang dikelilingi oleh sekelompok sel-sel parenkim (parenkhym cells). Prinsip keluarnya getah dari luka dapat dijelaskan sebagai berikut. Saluran getah pada semua sisi dikelilingi oleh saluran parenkim, diantara saluran dan selsel parenkim terdapat keseimbangan osmotik. Jika dibuat luka pada batang pinus akan menyebabkan saluran getah terbuka, sehingga tekanan dinding berkurang akibatnya getah keluar. Getah yang dihasilkan pohon pinus digolongkan sebagai oleoresin yang merupakan cairan asam-asam resin dalam terpentin yang menetes keluar apabila saluran resin pada kayu atau kulit pohon tersayat atau pecah. Getah pinus yang segar dan bersih umumnya mengandung 60% gondorukem, 17% terpentin dan 23% air (Lempang, 2018).

 

1.2 Rumusan Masalah

1.    Apa itu gondorukem?

2.    Bagaimana manfaat gondorukem?

3.  Bagaimana potensi bisnis gondorukem dalam pemanfaatan sumberdaya di sektor kehutanan dan lingkungan?

4.    Bagaimana pemasaran gondorukem?

 

1.3 Tujuan

1.    Untuk mengetahui apa itu gondorukem.

2.    Untuk mengetahui manfaat gondorukem.

3.   Untuk mengetahui potensi bisnis gondorukem dalam pemanfaatan sumberdaya di sektor kehutanan dan lingkungan.

4.    Untuk mengetahui pemasaran gondorukem.


BAB II

ISI

2.1 Pengertian Gondorukem

            Gondorukem (colophony) adalah padatan hasil penyulingan getah pohon pinus (Pinus merkusii). Nama lain gondorukem antara lain gum rosin, pine resin, resin, siongka, kucing dan sebagainya. Daerah penghasilnya tersebar luas di daerah pegunungan di Indonesia terutama di Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Bali. Gondorukem atau gum rosin juga disebut colophony atau pitch Yunani (Pix græca), merupakan resin padat yang secara alami terdapat dalam getah pohon pinus. Gondorukem dihasilkan dari  penyulingan  getah pinus  berbentuk padat dan berwarna kuning sampai kecokelatan.

            Getah pinus terdapat pada saluran resin atau celah-celah antar sel. Saluran itu sering disebut saluran interseluler. Saluran ini terbentuk baik kearah memanjang batang di antara sel trakeida maupun ke arah melintang dalam jaringan jari-jari kayu. Saluran yang ke arah memanjang batang (vertikal) biasanya lebih besar dibandingkan dengan saluran ke arah radial dan seringkali kedua macam saluran itu saling berhubungan dan membentuk jaringan transportasi getah/resin dalam pohon. Saluran resin secara konsisten terdapat pada genus Pinus. Saluran resin longitudinal yang normal selalu disertai saluran horisontal yang terjadi di dalam sejumlah jari-jari. Saluran resin adalah suatu ruang antar sel yang dikelilingi saluran-saluran parenkim khusus yang mengeluarkan resin ke saluran tersebut. Produksi getah pinus sangat dipengaruhi oleh ketinggian tempat tumbuh dan umur pohon. Dimana batas ketinggian lokasi tempat tumbuh pohon pinus mempengaruhi produksi getahnya.

            Berdasarkan sumber dan cara memperolehnya gondorukem dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu gondorukem getah yang merupakan hasil destilasi getah yang diperoleh dari penyadapan pohon pinus, gondorukem kayu yang diperoleh dari ekstraksi tunggul pohon pinus tua, dan gondorukem tall oil yang merupakan hasil sampingan pabrik pulp kraft dengan bahan baku kayu pinus. Gondorukem diperdagangkan dalam bentuk keping padat berwarna kuning keemasan. Sebagian besar kandungannya adalah asam-asam diterpena, terutama abietat, isopimarat, laevoabietat, dan pimarat.

2.2 Manfaat Gondorukem

            Gondorukem digunakan untuk campuran bahan batik tulis dan cetak, selain dapat dimasak untuk campuran bahan–bahan sabun, cat dan vernis, kertas, fungisida, laquers, plastizers. Khusus untuk pabrik kertas, gondorukem diolah lagi menjadi rosin soap. Penggunaannya antara lain sebagai bahan pelunak plester serta campuran perban gigi, sebagai campuran perona mata (eyeshadow) dan penguat bulu mata, sebagai bahan perekat warna pada industri percetakan (tinta) dan cat (lak). Penggunaan gondorukem dalam bentuk non modifikasi maupun modifikasi. Gondorukem non modifikasi sebagai bahan pengisi pembuatan kertas, pabrik tinta cetak, perekat dan insulator listrik. Sedangkan gondorukem modifikasi digunakan dalam industri karet tiruan, perekat tinta cetak, cat pelitur, pelapis pada permukaan kayu, permen karet, dan minuman ringan.

            Manfaat gondorukem di bidang industri adalah pada industri batik seperti bahan penyampur lilin batik sehingga diperoleh malam. Kebutuhan kira-kira 2,500 ton/tahun. Pada industri kertas seperti bahan pengisi dalam pembuatan kertas. Kebutuhan kira-kira 0.5 % dari produksi kertas atau 2,000 ton/tahun. Pada industri sabun sebagai campuran kira-kira 5-10% dari berat sabun. Pembuatan vernis, tinta, bahan isolasi listrik, lem, industri kulit dan lain-lain. Di luar negeri, gondorukem dan derivatnya digunakan untuk membuat resin sintetis, plastik, lem, aspal, bahan plistur, lak sintetis, industri sepatu, galangan kapal, dan sebagainya.

2.3 Potensi Bisnis Gondorukem dalam Pemanfaatan Sumberdaya di Sektor Kehutanan dan Lingkungan

            Gondorukem Indonesia mempunyai kelebihan dari segi kualitas, namun hanya mampu memberikan kontribusi 8 persen terhadap total produksi dunia. Kelebihan kualitas gondorukem Indonesia berupa keasaman yang rendah dan kemampuan menahan suhu tinggi, tingkat kelengketan dan aroma yang khas. Nilai perolehan bahan baku Indonesia adalah yang paling murah dibanding RRC dan Brazil, namun biaya produksi gondorukem Indonesia jauh lebih tinggi dibanding RRC dan Brazil, akibat banyaknya kehilangan bahan baku dan proses produksi yang tidak efisien.

            Satu diantara industri tersebut adalah penghasil getah pinus yang dihasikan dari hutan-hutan pinus (Pinus merkussii) yang ditanam pada kegiatan rehabilitasi hutan krtitis selama ini. Beberapa hasil hutan non kayu penting yang pengelolaanya sudah berkembang dan mendapat perhatian dari pemerintah antara lain adalah getah pinus (gondorukem), bambu, arang, kemiri, getah jelutung, gambir, sutera alam, lebah madu, gaharu, dan rotan.Salah satu dari dari hasil hutan bukan kayu yang bernilai komersial dan potensial yang dimaksudkan dikembangkan saat ini adalah getah pinus (gondorukem). Getah pinus dapat diolah untuk menghasilkan berbagai produk yang dapat meningkatkan nilai tambah (added value) dan mempunyai pangsa pasar yang cukup strategis.

            Tanaman pinus ini memiliki peranan yang penting, sebab selain sebagai tanaman pioner, bagian kulit pinus dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan abunya digunakan untuk bahan campuran pupuk, karena mengandung kalium, ekstrak daun pinus mempunyai potensi sebagai bioherbisida untuk mengontrol pertumbuhan gulma pada tanaman. Selain itu, keistimewaan dari pohon pinus yaitu menghasilkan getah yang diolah lebih lanjut akan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Semakin pesatnya perkembangan menimbulkan semakin meningkatnya kebutuhan manusia, maka prospek gondorukem dan terpentin untuk industri sangat cerah, sehingga peranan hutan pinus sebagai penyuplai industri gondorukem dan terpenting harus tetap lestari. Namun produksi gondorukem untuk keperluan industri di Indonesia masih kurang, maka untuk memenuhi kebutuhan tersebut perlu diadakan peningkatan produksi getah pinus.

            Seiring dengan meningkatnya permintaan dunia terhadap komoditi getah pinus di masa yang akan datang, maka upaya untuk meningkatkan produksi getah melalui perluasan lahan tanaman pinus merupakan langkah yang efektif untuk dilaksanakan sebagai upaya pemanfaatan hutan dan menambah pendapatan masyarakat disekitar hutan sekaligus menambah devisa bagi negara. Meningkatkan produksi getah melalui tanaman pinus dapat meningkatkan kualitas hutan karena selain menjaga lingkungan dapat dinikmati pula hasil hutan berupa getah dan  kayunya.

            Getah pinus merupakan salah satu hasil hutan nonkayu yang berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia sebagai penghasil devisa negara nonmigas. Getah pinus dapat diolah menjadi gondorukem dan terpentin. Salah satu produk hasil hutan nonkayu yang mempunyai prospek cerah di masa mendatang untuk dikembangkan di Indonesia adalah gondorukem dan terpentin. Gondorukem merupakan hasil destilasi dari getah (oleo-resin) yang disadap dari pohon pinus (Pinus merkusii). Umumnya, produk gondorukem digunakan pada industri batik, sedangkan terpentin digunakan sebagai pelarut cat. Peluang mengembangkan industri gondorukem cukup besar, mengingat potensi hutan pinus yang belum dimanfaatkan secara optimal, serta adanya peluang pasar yang terbuka lebar, baik keperluan domestik maupun ekspor.

2.4 Pemasaran Gondorukem

            Saat ini aliran pemasaran menjangkau pasar lokal, nasional, bahkan internasional. Gondorukem yang dijual di pasaran Internasional mempunyai dua jenis yang dibedakan berdasarkan asalnya, yaitu gondorukem yang berasal dari destilasi getah pinus (gum rosin) dan yang berasal dari hasil samping pembuatan kertas (tall oil rosin). Namun demikian industri-industri yang memerlukan gondorukem kualitas tinggi lebih menyukai yang berasal dari getah pinus sekalipun tall oil rosin harganya lebih murah. Aliran pemasaran ini dilakukan oleh perusahaan pengumpul.

            Aliran pemasaran berdasarkan perusahaan yang mendapat izin pengumpulan getah pinus terbagi menjadi 3 jenis pasar yaitu pasar lokal yang dimaksud adalah proses pemasaran yang terjadi dalam cakupan wilayah tersebut. Pasar nasional merupakan proses pengiriman getah pinus dalam wilayah Indonesia. Potensi penyadapan getah pinus di Indonesia sangat besar, hal ini dikarenakan hampir disetiap provinsi memiliki usaha penyadapan getah pinus. Pasar international merupakan hasil pemungutan getah pinus Indonesia telah menembus 10% total produksi dunia dan diekspor ke berbagai negara diantaranya Jepang, Eropa, America, Korea Selatan dan India.

            Perdagangan internasional (ekspor dan impor) ada beberapa faktor yang harus mendapatkan perhatian. Salah satunya adalah harga dari barang yang akan diperdagangkan karena harga akan menentukan besar kecilnya jumlah barang yang akan diperdagangkan. Tanda positif koefisien harga ekspor gondorukem sebesar 0,142 menunjukkan bahwa peningkatan harga ekspor 1 US Dollar maka akan meningkatkan jumlah produksi gondorukem sebesar 0,142 ton, hal ini berarti Perum Perhutani akan lebih banyak produksi gondorukem apabila harga ekspor gondorukem meningkat. Perum Perhutani tetap akan mengekspor gondorukem walaupun harga gondorukem di pasar internasional turun.

            Kualitas dan kuantitas menjadi faktor penting dalam meningkatkan dan mengoptimalkan potensi yang ada. Gondorukem  dan  terpentin telah  diekspor  keluar  negeri, seperti Cina, Jepang, Belanda, Jerman, Perancis, Korea, India, dan Amerika Serikat. Harga gondorukem dan terpentin berfluktuasi antara US$ 1.000–2.000 setiap ton. Penetapan standar mutu sangat penting dalam persaingan terutama untuk pasar luar negeri. Perhutani merupakan satu-satunya penghasil gondorukem dan terpentin di Indonesia. Perhutani memenuhi kebutuhan dunia kurang dari 10%, sedangkan Cina mengekspor sekitar 50%. Perhutani sebagai follower tidak dapat  menentukan  harga. Hal ini dikarenakan Cina merupakan pengekspor terbesar gondorukem dunia dan mampu memengaruhi harga. KBM Industri Unit III berperan sekitar 15% dari jumlah seluruh produksi  gondorukem Perhutani.

            Getah pinus sebagai salah satu jenis HHBK sudah masuk dalam sistem perdagangan internasional. Produksi getah pinus Perum Perhutani dalam perdagangan getah pinus Indonesia di pasar nternasional menempati urutan ketiga setelah China. Sebagai produsen derivat gondorukem dan terpentin urutan ketiga, Perum Perhutani mampu menembus 10% total produksi dunia setelah China (70%) dan Brasil (11%). Produksi getah pinus Indonesia berkisar 900.000 ton/tahun. Di pasar getah internasional,  getah pinus Indonesia mencapai 50.000 - 60.000 ton/tahun, sedangkan China mampu menembus 800.000 ton/tahun. Perum Perhutani melaporkan negara tujuan ekspor produk getah pinus Indonesia pada tahun 2010 antara lain Eropa, India, Korea Selatan, Jepang dan Amerika. Harga derivat gondorukem pada tahun 2014 antara $US 2.000 - $US 4.000/ton dan bahkan ada yang mencapai $US 15.000/ton. Tingginya harga gondorukem dan terpentin di pasar internasional, beberapa tahun belakangan ini Perum Perhutani melakukan penyadapan getah pinus secara intensif.

 

BAB III


PENUTUP

3.1 Kesimpulan 

1.    Gondorukem (colophony) adalah padatan hasil penyulingan getah pohon pinus (Pinus merkusii).

2.  Gondorukem digunakan untuk campuran bahan batik tulis dan cetak, selain dapat dimasak untuk campuran bahan–bahan sabun, cat dan vernis, kertas, fungisida, laquers, plastizers.

3. Getah pinus merupakan salah satu hasil hutan nonkayu yang berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia sebagai penghasil devisa negara nonmigas.

4.    Aliran pemasaran gondorukem menjangkau pasar lokal, nasional, bahkan internasional.

 

3.2 Saran

            Gondorukem adalah padatan hasil penyulingan getah pohon pinus yang memiliki cukup banyak manfaat dan potensi bagi kehidupan manusia. Oleh sebab itu, pohon pinus patut dilestarikan ekosistemnya, dijaga dan dilindungi.

 

 

 

                                                            DAFTAR PUSTAKA





Kharismawati D. 2016. Strategi Implementasi Produksi Bersih untuk Meningkatkan Kinerja Industri Gondorukem (Studi Kasus Nagreg Jawa Barat). Jurnal Aplikasi Manajemen (JAM). 14( 4): 705-713.

 

Kuspradini H, Rosamah E, Edi S, Enos TA, dan Irawan WK. 2016. Pengenalan Jenis Getah : Gum-Lateks-Resin. Samarinda: Mulawarman University Press.

 

Lempang M. 2018. Pemungutan Getah Pinus Dengan Tiga Sistem Penyadapan. Info Teknis EBONI. 15(1): 1 – 16.

 

Lestari DS,  Siti NB, dan  Isnaeni N. 2015. Analisis Pengaruh Harga Domestik, Jumlah Produksi, Harga Eksor, Penjualan Domestik, Nilai Tukar Rupiah Terhadap Jumlah Ekspor Gondorukem Di Kbm Gt 1 Perum Perhutani Gtd & Mkp Jateng (Mranggen). Admisi dan Bisnis.16(2): 87-94.

 

Listriana RW, Meika SR, dan Wati H. 2013. Pengembangan Strategic Business Unit  Perhutani Unit Iii Jawa Barat Dan Banten. Jurnal Manajemen & Agribisnis. 10(3): 146-155.

 

Mukhlisa AN. 2020. Potensi Dan Aliran Pemasaran Getah Pinus Di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. Journal Of Forestry Research. 3(2): 90-98.

                       

Nurmaydha A, Susinggih W, dan Panji D. 2017. Analisis Produktivitas Pada Bagian Produksi Gondorukem Dan Terpentin Menggunakan Metode Objective Matrix (Omax) (Studi Kasus di PGT Sukun Ponorogo Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Non Kayu (KBM-INK) Perum Perhutani Unit II Jawa Timur). Agroindustrial Technology Journal. 01(01): 42-54.

 

Pandiangan A, Benteng HS, dan Pamona S. 2019. Produktivitas Penyadapan Getah Pinus di Desa Parhottingan Aek Nauli KPH III Kabupaten Simalungun. Jurnal Akar. 8(1).

                                 

Suwaji S, Arifuddin L, dan Dafina H. 2017. Analisis Pendapatan Petani Penyadap Getah Pinus di Desa Tangkulowi Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. e-J. Agrotekbis. 5 (1) : 127 – 133.

 

 

 

Komentar

  1. Anonim3/29/2021

    Makasih infonya min, keren!

    BalasHapus
  2. Info sangat jelas, mantap

    BalasHapus
  3. Infonya sangat bagus, terimakasih kakak

    BalasHapus
  4. Informasi nya sangat membantu terimakasih kak

    BalasHapus
  5. Saya jadi tau ternyat gerah pinus dapat diolah

    BalasHapus
  6. Saya jadi tau ternyata getah pinus dapat diolah

    BalasHapus
  7. Banyak manfaat dan potensi yang bisa di olah dari Gondorukem ini. Makasih min atas info nya 👍

    BalasHapus
  8. Terimakasi infonya🙏🏻

    BalasHapus
  9. Ternyata getah pinus sebermanffat itu. Thanks ingonya sis

    BalasHapus
  10. Olga Puji Julistin3/29/2021

    Harapannya pemanfaatan gondorekum ini dapat diolah lebih baik lagi tanpa merusak hutan

    BalasHapus
  11. Sungguh info yang bermanfaat

    BalasHapus
  12. Keren banget. Makasih infonya

    BalasHapus
  13. Infonya sangat bermanfaat dan dapat di jadikan sebagai motivasi 😇

    BalasHapus
  14. Terimakasih atas info yang bermanfaat

    BalasHapus
  15. Informasinya Sangat bermanfaat , bagus

    BalasHapus
  16. Terimakasih atas infonya, bermanfaat

    BalasHapus
  17. Ternyata getah pinus bisa mencapai pasaran internasional. Terimasih infonya heni👌

    BalasHapus
  18. Terimakasih infonya, sangat bermanfaat☺️

    BalasHapus
  19. Terimakasih infonya kak

    BalasHapus
  20. Sangat bermanfaat. Terima kasih infonya.

    BalasHapus
  21. Terima kasih kak papernya sangat menarik dan bermanfaat

    BalasHapus
  22. Wahh terimakasih infonya saat bermanfaat👍👍

    BalasHapus
  23. Ternyata banyak manfaat dari getah pinus ini, makasih infonya kakk

    BalasHapus
  24. Informasinya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  25. Terimakasih banyak infonya.Sangat bermanfaat..

    BalasHapus
  26. Terima kasih sudah berbagi ilmu kakk. Sukses selaluuu.

    BalasHapus
  27. bagus sekali, setelah baca ini aku langsung berbisnis

    BalasHapus
  28. Terima kasih telah berbagi ilmu , info yang disampaikan sangat bermanfaat

    BalasHapus

Posting Komentar