TUGAS PENILAIAN HUTAN
REVIEW JURNAL
|
Judul |
Valuasi
Ekonomi Hutan Mangrove di Tanjung Dudepo, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten
Bolaang Mongondow Selatan |
|
Jurnal |
Agri – Sosio
Ekonomi Unsrat |
|
Volume dan Halaman |
13(3): 87-96 |
|
Tahun |
2017 |
|
Penulis |
Rey Wahyudi
Simbala, Hengki Djemie Walangitan dan Charles Kepel |
|
Reviewer |
Henni
Agustaria Br Surbakti (181201002) |
|
Tanggal |
18 Desember 2020 |
|
Tujuan Penelitian |
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat langsung dan tidak
langsung dan untuk menganalisis nilai ekonomi total hutan mangove di Tanjung
Dudepo Kecamatan Bolaang Uki Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. |
|
Subjek Penelitian |
Valuasi Ekonomi
Hutan Mangrove |
|
Metode Penelitian |
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
survey atau observasi. Dalam melakukan survey dilakukan pengumpulan data yang
dikumpulkan dalam penelitian ini
terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer dilakukan dengan
wawancara atau kuisioner dengan masyarakat. Data primer berupa seluruh
informasi yang diperoleh secara langsung di lapangan, diambil dengan cara
mewawancarai dan menyebarkan kuisioner pada masyarakat. Jumlah responden yang
diambil menggunakan metode purposive random sampling, yaitu penentuan
responden secara acak dan setiap responden memiliki kesempatan yang sama diambil sebagai
sampel. |
|
Hasil Penelitian |
Hasil identifikasi terhadap berbagai jenis manfaat yang diperoleh
masyarakat Desa Dudepo terhadap ekosistem hutan mangrove terdiri atas manfaat
nilai manfaat langsung yang didapatkan oleh masyarakat terdiri atas nilai
manfaat hasil hutan dan nilai manfaat perikanan (manfaat kayu untuk
konstruksi rumah, manfaat kayu untuk bangunan rumah, manfaat kayu bakar,
manfaat kayu untuk patok dan pagar, manfaat ikan, manfaat udang, dan manfaat
kepiting). Manfaat tidak langsung manfaat penahan abrasi dan erosi, manfaat
pilihan, manfaat eksistensi dan manfaat warisan. Nilai ekonomi total ekosistem hutan mangrove di Desa Dudepo terdiri atas
nilai manfaat langsung sebesar Rp. 822.165.000/tahun nilai manfaat tidak
langsung sebesar Rp. 453.792.178/tahun, nilai manfaat pilihan sebesar Rp.
306.405.000./tahun, nilai manfaat eksistensi sebesar Rp. 1.372.635/tahun,
nilai manfaat eksistensi sebesar Rp. 13.353.660/tahun. dan nilai manfaat warisan sebesar Rp.
82.216.500/tahun. Jumlah nilai ekonomi total keseluruhan manfaat ekosistem
hutan mangrove di Desa Dudepo adalah sebesar Rp. 1.677.932.338./tahun. |
|
Kekuatan |
Nilai manfaat langsung yang didapatkan oleh masyarakat terdiri atas nilai
manfaat hasil hutan dan nilai manfaat perikanan (manfaat kayu untuk
konstruksi rumah, manfaat kayu untuk bangunan rumah, manfaat kayu bakar,
manfaat kayu untuk patok dan pagar, manfaat ikan, manfaat udang, dan manfaat
kepiting). Sedangkan nilai manfaat tidak langsung manfaat penahan abrasi dan
erosi, manfaat pilihan, manfaat eksistensi dan manfaat warisan. |
|
Kelemahan |
Perlu adanya pengelolaan yang baik terhadap masyarakat dan ekosistem
mangrove itu sendiri agar masyarakat tidak terlalu mengeksploitasi hutan
mangrove secara besar-besaran dan kondisi hutan mangrove tetap terjaga baik. Diperlukan
pengelolaan mangrove yang meliputi aspek perlindungan dan konservasi sehingga
ketersediaan sumberdaya hutan mangrove tetap lestari dan terjamin serta
adanya penerapan peraturan tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem
mangrove, dengan pengawasan yang ketat baik oleh pihak pengelola maupun
dengan partisipasi masyarakat setempat. |
Komentar
Posting Komentar